Mitos itu biasanya muncul membawa nuansa mistis dan berhubungan dengan dunia gaib. Tapi, saat diterapkan ke dunia otomotif, tak ada seram-seramnya kok. Sadar atau tidak, saat kita merawat mobil sehari-hari, pernah termakan mitos juga. Misal saat isi BBM itu harus penuh biar perjalanan awet. Faktanya, awet atau boros tergantung kendaraannya.

  1. Wajib Ganti Oli Setiap 5000 Kilometer

Mitos pertama ini kerapkali disampaikan oleh para mekanik yang masih pemula. Di internet juga bertebaran informasi serupa. Faktanya, oli mesin untuk kendaraan beroda empat sanggup bertahan sampai 12 ribu kilometer perjalanan. Tapi kembali lagi pada kualitas kendaraan berdasarkan data-data yang ditampilkan oleh produsen.

Dalam kondisi normal, oli mesin bisa bertahan hingga 12 ribu kilometer. Tapi, kalau untuk kendaraan yang sering diservis dan kurang sehat, oli mesin kemungkinan bisa habis meski belum mencapai 5000 kilometer pemakaian. Dalam kondisi normal, harap untuk menghindari penggantian oli yang terlalu sering. Soalnya membutuhkan cadangan biaya yang besar.

  1. Saat Musim Berganti, Kendaraan Harus Diservis

Benarkah? Tidak juga. Kendaraan yang berada pada kondisi normal, sama sekali tidak terpengaruh oleh perubahan musim. Baik saat pergantian dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Apalagi jika kendaraan Anda sering dipakai untuk beraktivitas setiap hari. Keperluan untuk servis murni dari penurunan kualitas kendaraan, bukan karena perubahan musim.

Bolehlah orang berpendapat, bahwa sebagian besar body kendaraan kan dibuat dari lempengan besi. “Nanti kalau tidak diservis, berkarat dong! Mesinnya jadi stuck.” Kalau Anda terbiasa menjadwalkan servis kendaraan, apa pun musimnya tak masalah. Meskipun perubahan cuaca ekstrem bertandang pada waktu yang sama.

  1. Kendaraan Harus Dipanaskan Lebih Dahulu

Siapa yang sering dinasihati dengan petuah ini sebelum berkendara? Hampir semua pengendara mobil pasti pernah mengalaminya. Kalau Anda menggunakan kendaraan bermesin jadul, petuah ini memang perlu dituruti dan dicermati. Biar ketika digunakan untuk jalan-jalan tidak ada stuck atau mogok di tengah-tengah perjalanan.

Tapi untuk mesin kendaraan yang lebih modern punya perbedaan yang signifikan. Mesin secara otomatis akan memanaskan dirinya sendiri begitu dinyalakan dan langsung diajak jalan. Soalnya mesin versi modern ini cepat panas dan menyesuaikan dengan kebutuhan pengendara. Hanya saja, jalannya pelan-pelan dulu agar mesin bisa beradaptasi.

  1. Ban Harus Diganti Begitu Sudah Pelontos

Mitos keempat ini ada benarnya juga. Akan tetapi, saat ban sudah pelontos, bukan berarti harus menggantinya. Cek lebih dahulu apakah pada tapak bannya ada guratan, jahitannya keluar atau tidak, dan sebagainya. Saat ban dalam kondisi pelontos, sebetulnya ketebalan sisanya masih 2/32 inci dan bisa Anda gunakan tanpa takut meletus.

Apabila Anda berniat mengadakan perjalanan jarak jauh, sebaiknya bawa ban cadangan. Lengkapi pula dengan peralatan untuk mendongkrak kendaraan serta memasang ban sendiri. Bagaimana pun, ban yang lama meluncur di jalanan panas lama-lama juga bisa memuai dan akhirnya melunak. Akibatnya, keseimbangan kendaraan jadi mudah terganggu.

  1. Semakin Besar Mesinnya, Pasti Semakin Boros BBM

Apa iya? Ah, tidak juga. Logikanya memang begitu. Tapi, dunia otomotif sudah mengalami perkembangan yang sangat masif. Dalam dunia produksi kendaraan, ada pengukuran yang berasal dari bobot dan tenaga. Apabila keduanya seimbang, kemungkinan hemat BBM semakin besar. Bahkan bisa menyaingi rata-rata kendaraan dengan kapasitas mesin kecil.

Kelima mitos tentang mobil tersebut benar-benar sudah kedaluwarsa. Setidaknya untuk saat ini. Ke depannya kemungkinan besar lebih tidak berlaku lagi. Sebab, para produsen kendaraan selalu menciptakan inovasi terbarukan demi perbaikan kualitas performanya.